Show kedua selesai, drone landing dengan warna yang menggambarkan semangat malam kemerdekaan: merah di satu sisi dan putih di sisi lain. Kami bersantai sebentar sambil mengumpulkan tenaga untuk beberes. Saling mengucapkan selamat dan terimakasih kepada para regulator dan tamu malam itu. Berbagai apresiasi tersebut membawa ingatan kebelakang. Tentang sebuah cerita yang tak kami tulis di media sosial, tak masuk dalam highlight reel, tapi justru menjadi salah satu titik paling penting dalam perjalanan Drone Show Indo. Ceritanya bermula di malam pergantian tahun 2024, di tempat yang sama, di Sarinah, Jakarta.
Ketika Semua Siap, Kecuali Satu Hal
Persiapan sudah rampung jauh-jauh hari. Salah satu Billboard di jalan Thamrin sudah memajang rencana drone show serta di media sosial, survei lokasi sudah dilakukan, desain konfigurasi drone sudah final, tim dan logistik sudah siap di lapangan. Semua yang bisa dikendalikan, sudah kami kendalikan dengan sebaik mungkin. Tapi ada satu hal yang tidak bisa kami paksakan: izin terbang.
Satu hari sebelum perayaan pergantian tahun, izin itu belum juga keluar, yang ada malah surat rekomendasi untuk membatalkan rencana. Client panik. Agency memohon agar kami tetap mencari cara—apa pun caranya—agar show bisa tetap jalan. Tekanan datang dari segala arah, dan secara teknis, mungkin saja ada celah untuk memaksakan tetap terbang. Namun kami mengalah. Kami memilih untuk ikut aturan, menerima risiko kerugian materiil, dan meminta maaf kepada client dengan sungguh. Bukan karena itu pilihan yang mudah, tapi karena kami percaya bahwa keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi bukan hal yang bisa dinegosiasikan hanya demi satu malam pertunjukan.
Malam itu, di tengah kekecewaan, setidaknya ada satu kabar baik: Rekan-rekan kami yang lain berhasil melaksanakan show tahun baru di Kalimantan. Tim yang gagal terbang di Sarinah akhirnya memilih untuk menerima keadaan, makan malam bersama, dan tetap merayakan pergantian tahun dengan semangat yang utuh. Kegagalan malam itu terasa berat, tapi tidak benar-benar menjatuhkan tim.
Tiga Pelajaran dari Satu Malam yang Berat
Kegagalan di Sarinah bukan akhir dari cerita, justru menjadi titik balik yang membentuk arah Drone Show Indo ke depannya. Setidaknya ada tiga hal besar yang kami bawa pulang dari malam itu.
Pertama, keyakinan bahwa kami tidak kalah secara teknologi maupun kompetensi. Saat itu juga ada tim drone show lain dari luar negeri yang juga akan tampil di lokasi yang berdekatan. Kami berkesempatan mengintip persiapan mereka, alih-alih minder, kami justru melihat bahwa teknologi yang kami miliki tak kalah bagus, dan kapasitas serta kapabilitas tim kami juga tak kalah cakap. Momen ini mendorong kami untuk semakin memperdalam pemahaman teknis dan mengasah keterampilan tim secara serius.
Kedua, kami malah merasa respect terhadap standar keselamatan otoritas udara di Indonesia, yang ternyata tak main-main. Alih-alih melihat proses perizinan sebagai penghambat, kami memilih memahaminya sebagai standar integritas yang perlu dihormati. Dari sinilah kami mulai semakin serius mempelajari regulasi, bertanya dan berdiskusi ke berbagai regulator, asosiasi dan perusahaan yang lebih akrab dengan aturan aviasi dalam negri dan mulai menyusun dokumen SORA (Specific Operations Risk Assessment), hingga akhirnya menjadi perusahaan drone show pertama di Indonesia yang berhasil memperoleh waiver operasi drone show.
Ketiga, semangat baru untuk membuktikan diri di berbagai wilayah Indonesia. Boleh dikatakan kami mulai dari pinggir. Kami justru menginginkan drone show tidak hanya dikenal di satu-dua kota besar, tapi hadir dan dipercaya di berbagai daerah dengan tantangan lokasi yang berbeda-beda. Setiap lokasi baru menjadi ruang belajar, sampai akhirnya kami cukup percaya diri untuk mengambil tantangan di lokasi-lokasi yang jauh lebih kompleks.
Hari ini, ketika kami menoleh ke belakang, perjalanan 2,5 tahun sejak malam itu terasa jauh lebih berarti dari sekadar cerita kegagalan. Selain terus mengenalkan drone show ke berbagai wilayah Indonesia—bahkan hingga Malaysia—tahun-tahun setelahnya kami isi dengan berbagai eksibisi baik skala nasional maupun internasional, kunjungan manufaktur, menambah pelatihan, seminar dan diskusi lintas industri. Saat ini kami juga hampir merampungkan proses untuk menerima dua waiver pertama lainnya dari DKPPU, yaitu untuk drone LED screen dan drone show menggunakan pyrotechnic — sebuah pencapaian yang dulu terasa jauh dari jangkauan.
Tim kami pun tumbuh jauh lebih kuat. Berbagai kota dan daerah sudah kami tempuh, teman-teman bertambah banyak. Jika pada malam pergantian tahun 2024 kami hanya mampu melaksanakan show di satu lokasi, kini kapasitas tim sudah bisa dibagi paling tidak menjadi lima tim yang bekerja secara paralel. Sebagai gambaran perkembangannya, pada perayaan tahun baru 2026 kami sudah melakukan drone show di empat lokasi secara bersamaan. Dan kami berharap, tahun ini bisa melangkah lebih jauh lagi — lebih banyak lokasi, lebih banyak drone yang diterbangkan dalam satu waktu. Lebih banyak yang terhibur.
Menutup Cerita, Membuka Babak Baru
Kegagalan di Sarinah mengajarkan hal penting: bahwa integritas dan kepatuhan terhadap regulasi bukan penghalang untuk berkembang, justru menjadi fondasi untuk tumbuh secara berkelanjutan. Bahwa kapabilitas dan kepercayaan diperoleh dengan mengumpulkan bukti, pelan-pelan tapi penuh dedikasi. Ke depan, kami berharap bisa terus mengambil peran dalam dunia industri drone di Indonesia—tidak hanya menjaga kualitas dan terus memperbarui teknologi di dunia drone show, tapi juga turut ambil bagian dan menjadi pionir di berbagai bidang lain yang bisa dijangkau dengan teknologi drone. Sebab jalan menuju kesuksesan sering kali dimulai dari keberanian untuk menerima kegagalan dengan kepala tegak.
Jakarta, 23 Agustus 2026—Drone Show Indo

